Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Lesson. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lesson. Tampilkan semua postingan

Introduction - Jaringan Komputer & Multimedia

Written By Firman on 05 Maret 2015 | 3/05/2015

Tidak terasa sudah masuk semester 6. Pertemuan pertama pada mata kuliah jaringan komputer dan multimedia seperti semester-semester sebelumnya hanya berisi pengenalan umum mengenai apa yang akan dipelajari selama satu semester. Mulanya yang terpikir adalah materi mengenai TCP-IP, Netmasking, Topologi, OSI layer dan hal-hal lainnya yang berbasis ethernet yang dulu saya pelajari di bangku SMK, ternyata jaringan komputer di teknik mekatronika lebih fokus pada komunikasi dan antarmuka pada mikrokontroler, PC, PLC, dan GUI interface.

Gambar di samping merupakan gambaran umum dari apa yang akan dipelajari satu semester ke depan, yah walaupun sama-sama jaringan komputer, ternyata ada jenis komunikasi seperti ini juga, benar-benar hal baru yang saya dapat di bidang networking dan yang pasti di Mekatronika.


Kunjungi juga :
PENS Indonesia dan Teknik Mekatronika PENS

Lisensi Dokumen:
Copyright ® 2015 Namrif NominalNol. Dilarang menyalin sebagian dan atau seluruh konten tanpa ijin penulis. Konten ini dilindungi oleh Undang-undang HAKI Indonesia. Jika masih ingin menggunakan konten ini, silahkan cantumkan link ke konten ini.
DMCA.com

Analisa DC Common Emitter "Pra-tegangan Fixed Bias"

Written By Firman on 03 Agustus 2013 | 8/03/2013

Ada 4 jenis pra-tegangan yang biasa diterapkan pada Common Emitter, salah satunya adalah fixed bias, berikut analisa DC yang dapat dilakukan untuk mendapatkan persamaan KVL.


Lisensi Dokumen:
Copyright ® 2013 Namrif NominalNol. Dilarang menyalin sebagian dan atau seluruh konten tanpa ijin penulis. Konten ini dilindungi oleh Undang-undang HAKI Indonesia. Jika masih ingin menggunakan konten ini, silahkan cantumkan link ke konten ini.
DMCA.com

Soal Latihan "Elektronika Analog" - Power Supply Rectifier

Contoh soal latihan mata kuliah Elektronika Analog, daripada nganggur di buku catetan, mending saya share dah di sini, semoga bermanfaat buat agan ya.



Lisensi Dokumen:
Copyright ® 2013 Namrif NominalNol. Dilarang menyalin sebagian dan atau seluruh konten tanpa ijin penulis. Konten ini dilindungi oleh Undang-undang HAKI Indonesia. Jika masih ingin menggunakan konten ini, silahkan cantumkan link ke konten ini.
DMCA.com

Belajar C++, Meng-copy Isi Sebuah String ke Dalam String yang Baru

Written By Firman on 13 April 2013 | 4/13/2013

Kali ini saya mau share dikit tentang string, yang nama kerennya "array of char" hehe kata temen saya sih gitu gan. Emang bener sih, string bisa dibilang serupa dengan array, namun dengan tipe data char. Yuk kita bedah sourcecode di bawah ini :

Kata kunci kali ini adalah : "strcpy"

#include<string.h> //library yg umum digunakan dalam program C++
#define MAKS 80 //mendefinisikan string bernama"MAKS" dengan nilai 80
main() //kepala fungsi
{
    char str1[MAKS]; //data bertipe char bernama str1, didefinisikan sebagai string bernama "MAKS"
    char str2[]="ABCDE"; //string tanpa nama, didefinisikan sebagai data char bernama str2, yang dalam data char tersebut, berisi "ABCDE"

    strcpy(str1,str2); //penggunaan fungsi COPY, meng-copy string asal, ke string tujuan (tujuan, asal)
    printf("String pertama : %s\n", str1); //mencetak hasil proses copy, str1
    printf("String kedua : %s\n", str2); //mencetak isi str2

    printf("\nby : nominalnol 3110121045");
    getch();
}

Tulisan berwarna hijau di dalam code box di atas adalah KOMENTAR, sehingga tidak akan memiliki pengaruh apapun terhadap program, hanya sebagai penjelas maksud kode saja. Saya rasa penjelasan di KOMENTAR sudah cukup jelas. Program di atas merupakan intrepretasi dari penggunaan fungsi "strcpy" sebagai salah satu fungsi dalam string yang berfungsi meng-copy isi sebuah string ke dalam string yang lainnya dengan format strcpy(string tujuan,string asal);.

Hasil outputnya gini nih :








Kali ini segini dulu ya, maaf kalau urutan belajarnya acak, sebenarnya ada banyak fungsi-fungsi dasar lain sebelum kita membahas string, cuman sekedar biar nggak terpaku materi aja. Sourcecode di atas asalnya dari modul kok(kecuali komentnya hehe), dan udah saya coba. Karena saya juga masih belajar, mari kita belajar bersama.. yeee.. haha alay. Semoga bermanfaat gan ! 

Lisensi Dokumen:
Copyright ® 2013 Namrif NominalNol. Dilarang menyalin sebagian dan atau seluruh konten tanpa ijin penulis. Konten ini dilindungi oleh Undang-undang HAKI Indonesia. Jika masih ingin menggunakan konten ini, silahkan cantumkan link ke konten ini.
DMCA.com

Laporan Praktikum Rangkaian Listrik 1 - Pengukuran Daya AC

Written By Firman on 20 Februari 2013 | 2/20/2013

LAPORAN PRAKTIKUM RANGKAIAN LISTRIK 1
PENGUKURAN DAYA AC
Firman Mahayoni    75.12.040.045


A. Tujuan
Setelah melakukan percobaan ini, mahasiswa diharapkan dapat melakukan pengukuran daya AC serta dapat mengetahui perbedaan pengaruh pemasangan capacitor melalui pengukuran arus pada masing-masing cabang.

B. Rangkaian Percobaan
C. Data Percobaan












.





D. Analisa Data


































E. Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa penambahan capacitor dalam satu rangkaian akan menaikkan nilai arus I, sehingga secara otomatis nilai daya W juga akan bertambah. Namun kenaikan arus dan daya tersebut tidak mempengaruhi nilai beda potensial V.


Lisensi Dokumen:
Copyright ® 2013 Namrif NominalNol. Dilarang menyalin sebagian dan atau seluruh konten tanpa ijin penulis. Konten ini dilindungi oleh Undang-undang HAKI Indonesia. Jika masih ingin menggunakan konten ini, silahkan cantumkan link ke konten ini.
DMCA.com

E-Book | Linux Debian Server 5.07 Lenny

Written By Firman on 30 Desember 2012 | 12/30/2012

        Sedih juga rasanya kalau mengingat masa-masa di bangku sekolah, bermain, belajar, dan bercanda bersama dengan kawan-kawanku. Seperti sudah berabad-abad rasanya tidak bertemu mereka. Hmm.. kok jadi melow gini yah, hehe. Ngomong-ngomong.. akhir-akhir ini saya lagi kangen sekolah nih, makanya biar nggak kangen jadi iseng-iseng buka file lama dalam notebookku ini. Sebelumnya saya menemukan file karya tulis jaman kelas XI, eh sekarang saya nemu lagi nih, satu file yang sangat berharga, e-book pertama yang aku buat dengan hasil belajar dan percobaan sendiri, murni 100% made by me. File yang menjadi saksi bisu sekaligus bukti tercetusnya nama "Bukan's Tutorial". Yah.. curcol-curcol dikit gapapalah gan, sejak naik ke kelas XI, saya punya kebiasaan menamakan User ID dari operating sistem yang saya pakai dengan nama "bukan" makanya weblog saya ini saya namakan "Bukan's Tutorial", gitu ceritanya !

       E-book ini berisi tentang beberapa materi penguasaan konfigurasi server menggunakan Linux Debian. Bagi agan yang ingin belajar tentang konfigurasi sistem server pada debian, coba deh baca punyaku ini ! Semoga bermanfaat yah ! dan buat yang sekolah di SMK khususnya prodi Teknik Komputer & Jaringan, sangat recomended deh buat baca e-bookku ini, hehe. Check this out !!



 

Linux Debian Server 5.07 Lenny
Teknik Komputer dan Jaringan


Firman Mahayoni
Aka : Namrif NominalNol
http://bukan-tutorial.blogspot.com/


Download e-book Linux Debian 5.07 Lenny

Lisensi Dokumen:
Copyright ® 2012 Namrif NominalNol. Dilarang menyalin sebagian dan atau seluruh konten tanpa ijin penulis. Konten ini dilindungi oleh Undang-undang HAKI Indonesia. Jika masih ingin menggunakan konten ini, silahkan cantumkan link ke konten ini.
DMCA.com

Esai tentang "Ujian Akhir Nasional, Tolak Ukur Keberhasilan Pendidikan?"

Written By Firman on 29 Desember 2012 | 12/29/2012


Iseng-iseng buka dokumen lama, eh ternyata nemu esaiku dulu waktu jaman SMK, yaah... walaupun esai ini tidak lolos babak penyisihan, tapi lumayanlah udah pernah ikut lomba karya tulis, buat agan yang lagi cari inspirasi untuk bikin esai... coba deh baca punyaku ini ! semoga bermanfaat !!



Topik Permasalahan:
 Sejumlah kecurangan dan kelemahan dalam pelaksanaan ujian akhir nasional membuat banyak pihak mempertanyakan kemanfaatan dan objektifitasnya dalam mengukur keberhasilan pendidikan di sekolah. Setujukah Anda dengan gagasan bahwa ujian akhir nasional tidak bisa dijadikan ukuran keberhasilan pendidikan ?

Saya sependapat, bahwa ujian akhir nasional tidak bisa dijadikan ukuran keberhasilan pendidikan. Ada beberapa faktor yang menjadi pendukung pernyataan tersebut. Faktor tersebut tentu saja tidak lepas dari berbagai kelemahan pelaksanaan ujian akhir nasional yang dewasa ini banyak ditemukan permasalahan yang berupa kecurangan-kecurangan dalam ujian akhir nasional.
Faktor pertama, dalam setiap ujian akhir nasional mata diklat yang diujikan hanya tiga macam yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Padahal dalam kenyataannya, peserta didik di sekolah tidak hanya mendapatkan materi tersebut. Kita ambil contoh mata diklat Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dan Pendidikan Agama Islam (PAI), dll. Sebenarnya untuk apa peserta didik harus diajarkan mata diklat yang lain jika faktanya penentu kelulusan hanya tergantung tiga mata diklat tersebut.
Faktor kedua, pengaruh ujian akhir nasional sebagai penentu kelulusan peserta didik masih terlalu besar. Padahal sebenarnya belajar tidak dapat dilihat dari hasil tiga mata diklat tersebut. Bagaimana jika pada pelaksanaan ujian akhir nasional peserta didik sedang mengalami masalah, seperti masalah keluarga atau bahkan sedang sakit, tentu saja peserta didik tidak akan dapat mengerjakan soal-soal ujian akhir nasional dengan baik seperti biasanya. Sehingga kemungkinan besar nilainya akan jelek dan sampai tidak lulus. Padahal peserta didik tersebut adalah siswa yang cukup kompeten dalam semua mata diklat. Sebagai contoh, terjadi ada peserta didik yang pernah mewakili sekolah dalam lomba kompetensi mata diklat Matematika, Bahasa Indonesia, atau Bahasa Inggris namun tidak lulus ujian akhir nasional dan pada saat tersebut ternyata peserta didik tersebut malah sudah diterima masuk Perguruan Tinggi Negeri jalur PMDK (undangan) fakultas kedokteran. Apakah bisa dikategorikan siswa tersebut lemah / gagal jika nilai ujian akhir nasionalnya kebetulan jelek? Sebut saja 60% kelulusan peserta didik didapat dari hasil ujian akhir nasional ( dengan tiga mata diklat ). Sedangkan 40% kelulusan peserta didik didapat dari hasil ujian sekolah ( dengan lebih dari sepuluh mata diklat ). Ujian akhir nasional masih belum bisa mewakili keberhasilan pendidikan jika sistemnya tetap sebagai penentu kelulusan.
Hal ini kerap kali menjadi bahan perbincangan. Bagaimana bisa, usaha peserta didik belajar selama tiga tahun ditentukan oleh ujian akhir nasional yang tentunya hanya terdiri dari hanya tiga mata diklat. Jika dalam pelaksanaannya peserta didik dinyatakan gagal, tentu usahanya selama tiga tahun belajar akan terkesan sia-sia.
Banyak muncul anggapan bahwa peserta didik yang memperoleh hasil memuaskan pada ujian akhir nasional, belum tentu merupakan peserta didik yang cerdas. Dalam kata lain, peserta didik memang pintar dalam tiga mata diklat yang diujikan, namun belum tentu peserta didik tersebut pintar atau kompeten dalam mata diklat lainnya.
Faktor ketiga, penyelenggara ujian akhir nasional tidak tahu bagaimana keseharian peserta didik. Secara umum, guru adalah pihak yang bisa dibilang paling tahu dan paling mengerti mengenai hasil belajar peserta didik dan berbagai potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Banyak diantara peserta didik yang berprestasi yang akhirnya tidak lulus hanya karena gagal dalam ujian akhir nasional. Hal ini ada kaitannya dengan minimnya kepercayaan yang diberikan kepada guru untuk mengawasi muridnya dalam ujian akhir nasional. Mulai dengan adanya tim pengawas independen ( TPI ) yang umumnya berlaku subjektif terhadap peserta didik. Kebanyakan mereka tidak tahu atau mungkin tidak mau tahu apakah peserta didik yang mereka awasi jujur atau tidak. Seringkali terjadi kesalahpahaman antara peserta didik dan pengawas. Ada peserta didik yang tidak berbuat curang namun ditegur oleh pengawas karena bertingkah mencurigakan. Ada pula peserta didik yang berbuat curang namun pengawas tidak tahu dan akhirnya tidak ditegur. Bukankah hal tersebut akan menurunkan mental peserta didik yang sedang ujian?
Selain adanya tim pengawas independen, ada juga yang sampai memasang CCTV untuk memantau proses ujian. Serta ada pula yang menggunakan bantuan dari aparat kepolisian untuk membantu pelaksanaan ujian di sekolah. Tiga tindakan diatas cukup membuktikan bahwa para guru sudah tidak lagi mendapat kepercayaan untuk mengawasi siswanya.
Faktor keempat, banyak kecurangan yang terjadi dalam pelaksanaan ujian akhir nasional yang belum bisa ditangani dengan baik. Ada banyak pula modus kecurangan yang dilakukan, baik oleh peserta didik, pengawas, hingga oknum tak bertanggung jawab yang memanfaatkan kesempatan untuk tujuan tertentu. Walaupun  tidak semua tempat pelaksanaan ujian nasional terdapat kecurangan.
Kecurangan dalam pelaksanaan ujian akhir nasional tentu saja akan mempengaruhi hasil kelulusan peserta didik. Mungkin hal ini merupakan salah satu alasan yang membuat peserta didik dengan tingkat pengetahuan yang rendah dapat memperoleh nilai yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan peserta didik yang berprestasi. Sehingga ujian akhir nasional sering kali tidak dapat menjadi ukuran keberhasilan pendidikan.
Dari keempat faktor diatas, yaitu mulai dari masalah jumlah mata diklat yang diujikan, pengaruh ujian akhir nasional yang terlalu besar terhadap kelulusan, tidak adanya kepercayaan yang diberikan kepada para guru, hingga berbagai kecurangan yang masih belum teratasi, dapat kita ambil kesimpulan bahwa ujian akhir nasional memang tidak bisa dijadikan ukuran keberhasilan pendidikan.

SMKN1Mojokerto@2010


Lisensi Dokumen:
Copyright ® 2012 Namrif NominalNol. Dilarang menyalin sebagian dan atau seluruh konten tanpa ijin penulis. Konten ini dilindungi oleh Undang-undang HAKI Indonesia. Jika masih ingin menggunakan konten ini, silahkan cantumkan link ke konten ini.
DMCA.com

Makalah - Logam Non-Ferrous "Nikel"


Firman Mahayoni 75.12.040.045
D4 Teknik Mekatronika B
Ilmu Material
APA ITU NIKEL
Nikel adalah unsur kimia metalik dalam tabel periodik yang memiliki simbol Ni dan nomor atom 28. Nikel mempunyai sifat tahan karat. Dalam keadaan murni, nikel bersifat lembek, tetapi jika dipadukan dengan besi, krom, dan logam lainnya, dapat membentuk baja tahan karat yang keras.

SEJARAH
Nikel ditemukan oleh Cronstedt pada tahun 1751 dalam  mineral yang disebutnya kupfernickel (nikolit)

SIFAT BAHAN
Nikel berwarna putih keperak-perakan, mudah ditempa, sedikit ferromagnetis, dan merupakan konduktor yang agak baik terhadap panas dan listrik.

KEGUNAAN
Nikel digunakan secara besar-besaran untuk pembuatan baja tahan karat dan alloy lain yang bersifat tahan korosi, seperti Invar®, Monel ®, Inconel ®, dan Hastelloys ®. Alloy tembaga-nikel berbentuk tabung banyak digunakan untuk pembuatan instalasi proses penghilangan garam untuk mengubah air laut menjadi air segar.
Nikel, digunakan untuk membuat uang koin,dan baja nikel untuk melapisi senjata dan ruangan besi (deposit di bank), dan nikel yang sangat halus, digunakan sebagai katalis untuk menghidrogenasi minyak sayur (menjadikannya padat). Nikel juga digunakan dalam keramik, pembuatan magnet Alnico dan baterai penyimpanan Edison ®.

KEBERADAAN DI ALAM
Nikel adalah komponen yang ditemukan banyak dalam meteorit dan menjadi ciri komponen yang membedakan meteorit dari mineral lainnya. Meteorit besi atau siderit, dapat mengandung alloy besi dan nikel berkadar 5-25%. Nikel diperoleh secara komersial dari pentlandit dan pirotit di kawasan Sudbury Ontario, sebuah daerah yang menghasilkan 30% kebutuhan dunia akan nikel.
Deposit nikel lainnya ditemukan di Kaledonia Baru, Australia, Cuba, Indonesia.

No
Tempat ditemukan
Keadaan endapan
Reserve
Diselidiki oleh


1


2
Sulawesi Tengah

Soroako


Buluhalang


Hasil weathering dan lixiviation dari peridotit
….


700.000 ton


320.000 ton


Diens v/d Mijnbouw



1

2

3

4
Sulawesi Tenggara

Pomalaa

Tg. Pakar

Pulau
Maniang

Pulau Lemo


Nikel laterit





1.372.543


62.000



PN Aneka Tambang



PROSES PEMBUATAN
Proses pengolahan biji nikel dilakukan untuk menghasilkan nikel matte yaitu produk dengan kadar nikel di atas 75 persen. Tahap-tahap utama dalam proses pengolahan adalah sebagai berikut:
  1. Pengeringan di Tanur Pengering bertujuan untuk menurunkan kadar air bijih laterit yang dipasok dari bagian Tambang dan memisahkan bijih yang berukuran 25 mm.
  2. Kalsinasi dan Reduksi di Tanur untuk menghilangkan kandungan air di dalam bijih, mereduksi sebagian nikel oksida menjadi nikel logam, dan sulfidasi. 
  3. Peleburan di Tanur Listrik untuk melebur kalsin hasil kalsinasi/reduksi sehingga terbentuk fasa lelehan matte dan terak 
  4. Pengkayaan di Tanur Pemurni untuk menaikkan kadar Ni di dalam matte dari sekitar 27 persen menjadi di atas 75 persen. 
  5. Granulasi dan Pengemasan untuk mengubah bentuk matte dari logam cair menjadi butiran-butiran yang siap diekspor setelah dikeringkan dan dikemas.

PENANGANAN
Terpapar dengan logam nikel dan senyawa nikel yang mudah larut tidak boleh melebih 0.05 mg/cm3 (selama 8 jam kerja perhari- 40 jam seminggu). Uap dan debu nikel sulfida beresiko karsinogenik.

KETERANGAN UNSUR
        Simbol                              : Ni
        Volume Atom                    : 6.6 cm3/mol
        Massa Atom                     : 58.6934
        Titik Didih                         : 3005 K
        Struktur Kristal                 : fcc
        Massa Jenis                      : 8.9 g/cm3
        Konduktivitas Listrik         : 14.6 x 106 ohm-1cm-1
        Elektronegativitas              : 1.91
        Konfigurasi Elektron          : [Ar]3d8 4s2
        Formasi Entalpi                 : 17.2 kJ/mol
        Konduktivitas Panas          : 90.7 Wm-1K-1
        Potensial Ionisasi               : 7.635 V
        Titik Lebur                        : 1726 K
        Bilangan Oksidasi              : 2,3
        Kapasitas Panas                : 0.444 Jg-1K-1
        Entalpi Penguapan             : 377.5 kJ/mol


DAFTAR PUSTAKA

Mark, Pris, Apa Itu Nikel, http://bahangaliantambang.blogspot.com/2011/12/nikel.html, Blogger.com, 2011

Redaksi chem-is-try.org, Nikel, http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/nikel/, chem-is-try.org, 2008

Seru, Ibnu, Nikel (sejarah, ciri dan sifat, manfaat, keberadaan di alam, penganganan, pembuatan ), http://blogibnuseru.blogspot.com/2011/12/nikel-nikel-adalah-unsur-kimia-metalik.html, Blogger.com, 2011



Lisensi Dokumen:
Copyright ® 2012 Namrif NominalNol. Dilarang menyalin sebagian dan atau seluruh konten tanpa ijin penulis. Konten ini dilindungi oleh Undang-undang HAKI Indonesia. Jika masih ingin menggunakan konten ini, silahkan cantumkan link ke konten ini.
DMCA.com

GuestBook



 
Support : Politeknik Elektronika Negeri Surabaya | SMK Negeri 1 Kota Mojokerto | SMP Negeri 1 Prambon Sidoarjo
Copyright © 2012. Bukan's Tutorial - All Rights Reserved
Template Created by Mas Kolis Re-Building by Bukan's Tutorial
Proudly powered by Blogger